85 Persen Kekerasan Seksual Ternyata Dipicu Media Sosial Lho

Antara
P2TP2A Kota Ambon menyebut 85 persen kekerasan seksual terjadi karena terpicu media sosial. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

AMBON, iNews.id- Waduh, ternyata 85 persen kekerasan seksual terjadi karena terpicu media sosial. Data ini diungkap oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Ambon.

Untuk itu perlu adanya peningkatan pengawasan dari masing-masing orang tua. “Hampir 85 persen penyebab atau pemicu dari kejadian kekerasan seksual, itu berawal dari medsos. Kita P2TP2A tidak mungkin memantau mereka, yang bisa mengawasi mereka hanyalah orang tua mereka masing-masing,” kata Pendamping P2TP2A Kota Ambon, Nini Kusniati, di Ambon, Rabu (6/10/2022).

Menurut Nini Kusniati orang tua baiknya lebih dapat mengontrol anak dalam menggunakan media sosial. Tidak hanya perempuan, tapi juga laki-laki yang rentan terhadap salah pergaulan.

“Jadi sekarang ini kita tidak cuma takut terhadap anak perempuan, tapi kita juga takut anak-anak laki-laki juga. Karena kenyataan sekarang anak laki-laki pun kebanyakan bergaul sembarangan, akhirnya ikut-ikutan hal-hal yang tidak patut dibuat,” ujarnya.

Terkait kasus rudapaksa yang dilakukan oleh enam orang secara bergilir, di Waiheru, Baguala, Ambon, pada (29/9) lalu, Kusniati mengaku menyesal atas peristiwa tersebut.

“Sebenarnya tidak tahu mau bilang apa lagi, kadang-kadang mau menangis, namun tidak bisa menangis. Korban anak, pelaku anak. Itulah realita yang terjadi. Sudah terlalu sering ada kejadian seperti ini. Karena itu, kalau kita, orang tua tidak sering kontrol anak-anak punya ponsel, maka bisa jadi itu akibatnya. Karena anak ini kan keingintahuannya itu sangat tinggi,” katanya.

Kusniati menyebut sejauh ini, P2TP2A juga sudah cukup berupaya untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini terjadi. Seperti sosialisasi terhadap anak-anak di sekolah, dan lain-lain.

“Tapi kita juga berharap, orang tua dapat bekerja sama, bagaimana lebih ekstra memperhatikan anak masing-masing. Kalau jam sekian belum pulang, segera dihubungi, ditelepon, dan lain sebagainya,” pinta Kusniati.

Kapolresta Pulau Ambon, Kombes Pol Raja Arthur Simamora menyatakan, enam orang pelaku rudapaksa, itu telah ditetapkan sebagai tersangka kasus rudapaksa seorang siswi SMA di Ambon.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polisi Olah TKP Kasus Bocah SD di Makassar Tewas Diperkosa, Ibu Korban Histeris

57 tahun lalu

Tampang Pimpinan Padepokan Padang Ati Pekalongan yang Diduga Cabuli Puluhan Santriwati

57 tahun lalu

Viral! Sapi Mengamuk di Pasar Hewan Pasuruan, Sempat Masuk Area Minimarket dan Hajatan

57 tahun lalu

Konten Pocong Meresahkan Viral di Jember, Emak-Emak Ditangkap Polisi

57 tahun lalu

Ayah Tiri Perkosa 2 Anak Kembar Sekaligus di Surabaya, Salah Satu Korban Hamil

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal