Viral Tindakan Represif Aparat saat Warga Demo Tuntut Solusi Banjir di Bandar Lampung

Donald Karouw
Tangkapan layar tindakan represif aparat kepada warga demo soal solusi penanganan banjir di Kantor Wali Kota Bandar Lampung. (Foto: X)

Sebab banyak saluran air (drainase) yang berada di wilayah kerja Pelindo (Pelabuhan Panjang) sudah tidak lagi mengalir dan ditutup. Alhasil, aliran air yang berasal dari perkampungan tidak bisa mengalir ke muara atau ke laut dan meluap ke perkampungan warga.

Eva mengatakan, pihaknya meminta kepada Pelindo untuk bisa berkolaborasi dengan ikut membantu mengatasi banjir, khususnya di wilayah kecamatan Panjang.

"Tadi bisa kita lihat dan dengar sendiri dari masyarakat, banyak drainase yang ditutup. Kalau ini dibuka dua pintu saja, insyallah nggak banjir lagi," ujar Eva saat meninjau korban banjir di Kecamatan Panjang, Senin (21/4/2025).

Untuk itu kata Eva, Pemkot Bandar Lampung meminta dua pintu aliran Drainase untuk dibuka sehingga air tidak lagi meluap ke pemukiman warga.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
4 hari lalu

Agam Mencekam! Banjir Rendam Ratusan Rumah, Ratusan Warga Dievakuasi

16 hari lalu

Geruduk Kantor Bupati Asahan, Aksi Demo Warga Protes Jalan Rusak Ricuh

26 hari lalu

Jokowi Kenakan Seragam PSI Mulai Safari Politik di Lampung, Disambut Ratusan Kader

28 hari lalu

Menegangkan! Pria di Bandar Lampung Panjat Tower 52 Meter, Mau Turun usai Dibujuk Istri

29 hari lalu

Surabaya Banjir Usai Diguyur Hujan Lebat, Banyak Pekerja Terlambat akibat Kendaraan Mogok

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal