Viral Tindakan Represif Aparat saat Warga Demo Tuntut Solusi Banjir di Bandar Lampung

Donald Karouw
Tangkapan layar tindakan represif aparat kepada warga demo soal solusi penanganan banjir di Kantor Wali Kota Bandar Lampung. (Foto: X)

Sebab banyak saluran air (drainase) yang berada di wilayah kerja Pelindo (Pelabuhan Panjang) sudah tidak lagi mengalir dan ditutup. Alhasil, aliran air yang berasal dari perkampungan tidak bisa mengalir ke muara atau ke laut dan meluap ke perkampungan warga.

Eva mengatakan, pihaknya meminta kepada Pelindo untuk bisa berkolaborasi dengan ikut membantu mengatasi banjir, khususnya di wilayah kecamatan Panjang.

"Tadi bisa kita lihat dan dengar sendiri dari masyarakat, banyak drainase yang ditutup. Kalau ini dibuka dua pintu saja, insyallah nggak banjir lagi," ujar Eva saat meninjau korban banjir di Kecamatan Panjang, Senin (21/4/2025).

Untuk itu kata Eva, Pemkot Bandar Lampung meminta dua pintu aliran Drainase untuk dibuka sehingga air tidak lagi meluap ke pemukiman warga.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Takut Ditembak Mati, Begal Bersenpi di Bandar Lampung Serahkan Diri ke Polisi

57 tahun lalu

Banjir Landa 3 Desa di Bandung, 75 Warga Mengungsi

57 tahun lalu

BNPB: Banjir di Blora Rendam Puluhan Rumah Warga hingga 2 Sekolah

57 tahun lalu

Hujan Deras dan Tanggul Jebol, Ratusan Rumah di Pati Terendam Banjir

57 tahun lalu

Kondisi Terkini Banjir di Cirebon, Ribuan Rumah Masih Terendam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal