Dia menyampaikan, dari pemeriksaan sementara, Pandra tewas akibat pendarahan masif karena luka tajam yang melukai bagian vital pada leher.
"Masih kita lihat patologi anatominya, untuk pemeriksaan penunjang. Dan juga luka-luka tersebut apakah luka-luka dia masih hidup," katanya.
Saat ditemukan, jenazah korban sudah mengalami pembusukan. "Korban sudah mengalami pembusukan lanjutan dengan menilai dari belatung ukuran paling besar sebesar 0,8 cm atau 8 mm. Secara teori korban sudah meninggal sekitar 2–3 hari saat dilakukan pemeriksaan," ucapnya.