Antoniyus menambahkan, KPU Tanggamus dan PPK telah ke rumah duka untuk menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan," ucapnya.
Sementara anggota Komisioner KPU Tanggamus Amhani mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh, sebelum meninggal almarhum mengalami sakit perut diduga akibat kelelahan. Pekerjaan yang dilakukan oleh korban sama seperti anggota KPPS lainnya, yakni mulai dari pendirian TPS hingga selesai penghitungan suara di TPS.
"Diperkirakan mereka sudah dua hari dua malam, bahkan masuk malam ketiga itu memang diforsir tenaganya," katanya.
Amhani mengungkapkan, menurut keterangan dari anggota PPS yang ada di lapangan. Usai melakukan penghitungan suara, korban lalu membantu rekan lainnya untuk melakukan pembongkaran TPS.