Namun tragedi pemerkosaan kembali terulang. Kali ini pelaku AG yang membonceng korban menggunakan motor, membawa ES ke sebuah rumah kosong. Pelaku AG menyetubuhi korban sebanyak dua kali di tempat tersebut.
"Pelakunya dua orang, kakak beradik yang merupakan tetangga, dan sudah dianggap saudara oleh keluarga korban," kata Perwakilan LBH Sai Hati, Akhmad Hendra.
Kini remaja perempuan sudah putus sekolah. Dia mengaku masih trauma atas kejadian yang telah dialaminya. Pihak keluarga sudah melapor ke Polsek Natar pada April 2019, namun belum mendapat perkembangan atas hasil penyelidikan.
Meski sudah dilaporkan sejak tiga bulan silam, namun para pelaku masih bebas berkeliaran. Menurut Akhmad, mereka justru menantang keluarga korban jika ingin melaporkan ke polisi, seolah-olah tak takut berhadapan dengan hukum.