Sakit hatinya pun semakin bertambah pedih karena ada seorang aparat pemerintah yang menipunya. Dia mengansurkan uang antara Rp30 juta sampai Rp50 juta agar permohonannya menjadi WNI diterima.
Namun, setiap kali prosesnya sudah sampai ke imigrasi, permintaannya selalu ditolak. Dia selalu diminta untuk mengulang prosesnya menjadi WNI dari awal lagi. Padahal, Sin Fu, lahir dan tumbuh di Bumi Pertiwi dan sudah memberikan banyak prestasi untuk Indonesia.
Pada akhirnya, Sin Fu menyerah dan memilih untuk hijrah ke Fujian. Seorang kerabatnya yang merupakan pejabat tinggi di Fujian pun menjanjikan banyak hal manis kepadanya jika mau pindah ke Negeri Tirai Bambu.
Sin Fu dijanjikan oleh kerabatnya itu langsung memiliki Warga Negara China. Lalu, pemerintah China juga bersedia menjamin semua kebutuhan primer Sin Fu, seperi rumah, kendaraan, gaji besar hingga fasilitas sampai pensiun.
Pada awalnya, Sin Fu memang hanya melatih klub lokal di Fujian. Namun, setahun kemudian dia direkrut untuk menukangi Tim Nasional Bulu Tangkis China.