Kisah Penyandang Disabilitas Ridho Kuncoro, Semangat Coklit di Tengah Keterbatasan Fisik

Ira Widyanti
Ridho Kuncoro penyandang disabilitas fisik yang menjadi Petugas Pantarlih di Kelurahan Labuhan Ratu Raya, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandarlampung, Minggu (19/2/2023) (Ira Widyanti/MNC Portal)

Dalam melakukan proses coklit, Edo mempunyai kendala. Salah satunya dari sulitnya menemui warga pada siang hari karena mereka bekerja. Namun Edo yakin semua Pantarlih juga mengalami hal yang sama.

Edo mengatakan, dia merasa cukup senang dalam melakukan pekerjaan yang saat ini dilakoninya guna ikut menyukseskan pemilu serentak mendatang. Sebab, jika tidak bisa siang hari melakukan pencoklitan, Rido pun siap melayani permintaan coklit di malam hari.

"Sejauh ini respon masyarakat yang saya temui cukup baik dalam menerima kehadiran saya sebagai petugas Pantarlih yang diamanatkan oleh penyelenggara untuk melakukan pemuktahiran data pemilih," ungkap Pria yang juga berprofesi sebagai ojek online ini.
 
Berdasarkan data KPU Bandarlampung, hingga Sabtu (18/2/2023), warga yang telah dicoklit telah mencapai 25 persen dari jumlah data hasil sinkronisasi/pemadanan data yang diturunkan oleh KPU RI sebanyak 800.406 pemilih.

Ridho Kuncoro penyandang disabilitas fisik yang menjadi Petugas Pantarlih di Kelurahan Labuhan Ratu Raya, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandarlampung, Minggu (19/2/2023) (Ira Widyanti/MNC Portal)

Komisioner Bidang Teknis Penyelenggaraan KPU Kota Bandarlampung Fery Triatmojo mengatakan, pada prinsipnya siapa saja memiliki kesempatan yang sama menjadi Pantarlih. Tidak hanya orang dengan kondisi normal, namun juga mereka yang berkebutuhan khusus secara fisik.

Fery melanjutkan, meskipun KPU Bandarlampung membuka lebar partisipasi pada penyelenggaraan pemilu serta tidak membedakan antara yang normal dan orang dengan berkebutuhan khusus. Namun tidak semua disabilitas dapat ikut dalam kerja-kerja pencoklitan.

"Iya jadi maksudnya disini untuk disabilitas tunanetra misalnya, kami tidak bisa ikut sertakan. Karena sejauh ini belum ada alat bantu untuk mereka melaksanakan kerja-kerja coklit," jelas Fery.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gugatan Bonatua Silalahi Dikabulkan KIP, Kuasa Hukum Desak KPU Tunjukkan Ijazah Jokowi

57 tahun lalu

Mantan Sekretaris KPU Konawe Utara Ditahan, Diduga Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp1,6 Miliar

57 tahun lalu

Hari Pahlawan, Grand Mercure Malang Mirama Beri Penghargaan pada Orang Tua Disabilitas

57 tahun lalu

Autopsi Jenazah Pria Korban Penganiayaan Polisi di Ende Diwarnai Histeria Keluarga

57 tahun lalu

Oknum Polisi Mabuk Aniaya Warga Disabilitas hingga Tewas Ditahan di Polres Ende

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal