Kapolsek menyebut polisi sudah mendatangi tempat kejadian perkara dan olah TKP. Selain itu polisi dan tenaga medis juga sudah melakukan proses identifikasi dan pemeriksaan jasad korban.
"Hasil pemeriksaan medis di tubuh korban ditemukan luka gores pada bagian kaki dan dada. Luka tersebut diduga akibat benturan saat jatuh terperosok ke dalam bendungan. Namun penyebab utama kematian korban diduga karena kekurangan oksigen," ucapnya.
Kapolsek menyebut jenazah korban sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Penyerahan ini segera dilakukan setelah keluarga menerima musibah tersebut dan membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan proses autopsi.
Atas kejadian tersebut, Kapolsek mengaku prihatin dan menyampaikan ucapan belasungkawa terhadap keluarga korban. Dia mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya terutama saat di luar jam sekolah.
"Kami turut prihatin dan berduka, kami juga berharap kejadian ini jangan sampai terjadi lagi," ucapnya.