Hatami juga menyampaikan uang yang digunakan untuk menyawer merupakan dana pribadi, bukan berasal dari anggaran pemerintah.
Ketua DPRD Lampung Utara Yusrizal mengatakan, pihaknya telah memanggil Hatami untuk dimintai klarifikasi.
“Yang bersangkutan sudah memberikan penjelasan. Dia menyebutkan uang yang digunakan berasal dari usaha pribadinya, seperti pertanian, perkebunan dan perikanan,” kata Yusrizal didampingi wakil ketua DPRD Dedi Adrianto yang juga ketua DPC PKB Lampura.
Meski telah memberikan klarifikasi, peristiwa ini menjadi catatan penting mengenai etika dan tanggung jawab pejabat publik dalam menjaga citra kelembagaan.