Menurut Sukarma, uji coba PTM harus disepakati dulu dan akan dipantau dan yang disepakati mereka akan di surat perintah tugas (SPT) kan oleh Disdik, sehingga jika ada yang di luar SPT akan berikan teguran.
Sesuai arahan Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana bahwa PTM terbatas yang dilakukan ini baru sekadar mensosialisasikan kepada anak-anak guna membiasakan diri dalam kegiatan belajar mengajar dengan protokol kesehatan.
Setelah ini berjalan dan sekolah lain melihat baru dibuka secara berjenjang dan paling penting masih ada pro dan kontra di kalangan wali murid ada yang ingin segera masuk dan ada yang masih belum.
''Maka dari itu kami juga butuh dukungan orangtua siswa dengan memberikan surat pernyataan bahwa mereka memperbolehkan anaknya mengikuti PTM dengan catatan taat prokes dan itu pun setiap harinya hanya dua jam pertemuan saja," kata Sukarma.
Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana mengatakan, simulasi PTM terbatas dengan protokol kesehatan ketat akan dilakukan secara bertahap di setiap satuan jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD dan SMP.