Saat malam tiba, utusan Raja pun berkeliling desa untuk memastikan keamanan para warga. Mereka secara bergantian berjaga mengawasi keadaan sekitar. Namun keesokan harinya, tetap saja ada warga yang melaporkan telah kehilangan suatu barang.
Kalau kemarin malam kehilangan emas dan sejumlah uang, kali ini ada warga yang mendapati lumbung padinya telah kosong. Beras dan beberapa bahan pokok makanannya telah lenyap.
Sang Raja yang mendengar berita tersebut pun marah dan langsung memerintahkan para warga agar selalu mengunci pintu saat malam hari. Sementara di siang hari, prajurit dan warga pun merasa kelelahan karena malam harinya selalu terjaga. Mereka beranggapan pencuri tak akan melakukan kejahatan pada siang hari.
Namun dugaan mereka keliru. Ada seseorang yang sedang berjalan sendirian pada siang hari lalu tiba-tiba tiga pria asing mengadangnya. Mereka memakai topeng di wajah dan mereka meminta sejumlah uang pada warga tersebut.
Warga ketakutan. Dia tidak berani karena para pencuri itu membawa pisau lalu menyerahkan sejumlah uang. Setelah berhasil melakukan kejahatan, para pencuri itu kabur dengan cepat.