BMKG dan Badan Geologi juga terus memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau. Masyarakat dapat memantau perkembangan beritanya hanya dari aplikasi InfoBMKG dan aplikasi Magma Indonesia.
Hal ini ditujukan karena banyaknya informasi hoaks yang tak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranyya. Salah satunya informasi soal rekaman audio selama 1 menit 34 detik yang isinya memmprediksikan Gunung Anak Krakatau akan meletus dan memicu gempa 8 skala richter di wilayah Lampung dalam waktu dekat.
Diketahui, Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu gunung api di dalam laut yang paling aktif di dunia. Usai erupsi dan memicu tsunami pada Sabtu (22/12), kini ketinggiannya tinggal 110 meter dari permukaan laut (mdpl), dari sebelumnya setinggi 338 mdpl. Sebagian material gunung dipastikan telah jatuh luruh ke laut yang kemudian diduga memicu terjadinya tsunami Selat Sunda pada kawasan pesisir Lampung dan Banten.