Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, BMKG Pasang Alat Sensor

Antara
Petugas BMKG memasang alat pengukur ketinggian air atau water level untuk antisipasi erupsi Gunung Anak Krakatau di Pelabuhan Pulau Sebesi, Lampung Selatan, Selasa (1/1/2019). (Antara/Sigid Kurniawan)

BMKG dan Badan Geologi juga terus memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau. Masyarakat dapat memantau perkembangan beritanya hanya dari aplikasi InfoBMKG dan aplikasi Magma Indonesia.

Hal ini ditujukan karena banyaknya informasi hoaks yang tak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranyya. Salah satunya informasi soal rekaman audio selama 1 menit 34 detik yang isinya memmprediksikan Gunung Anak Krakatau akan meletus dan memicu gempa 8 skala richter di wilayah Lampung dalam waktu dekat.

Diketahui, Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu gunung api di dalam laut yang paling aktif di dunia. Usai erupsi dan memicu tsunami pada Sabtu (22/12), kini ketinggiannya tinggal 110 meter dari permukaan laut (mdpl), dari sebelumnya setinggi 338 mdpl. Sebagian material gunung dipastikan telah jatuh luruh ke laut yang kemudian diduga memicu terjadinya tsunami Selat Sunda pada kawasan pesisir Lampung dan Banten.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 5,6 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe, Tak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Gempa Hari ini Guncang Kepulauan Mentawai Sumbar, Cek Magnitudonya!

57 tahun lalu

Aceh hingga Papua Selatan Masuki Kemarau, BMKG Peringatkan Lebih Kering dan Panjang!

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini M 4,8 Guncang Nias Utara, Warga Rasakan Getaran Kuat

57 tahun lalu

Gempa Dangkal M 4,6 Guncang Nias Selatan, Berpusat di Laut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal