"Berenang dari jam 8 malam sampai jam 12 siang besoknya," ujar dia.
Iyan ketika itu bersama dengan belasan nelayan lainnya. Namun, dari kaki Gunung Anak Krakatau, hanya dia dan Ican yang berhasil selamat. Dia mengatakan, ada 12 orang lainnya bersama mereka yang selamat.
Berbeda dengan Iyan, ketika peristiwa itu terjadi seorang rekannya Fuji sedang berada di perairan laut tersebut. Dia tengah menangkap ikan, kemudian dikejutkan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Semburan api (lava pijar) menyebar, dan Gunung Anak Krakatau kayak pecah," kata Fuji.
Tidak lama setelah itu, munculah gelombang air kira-kira setinggi 12 meter dari permukaan laut. Kapal perahu yang ditumpanginya langsung terhempas dan hancur. Beruntung Fuji selamat dari terjangan ombak.
"Itu (kilatan cahaya) berasal dari gunung (erupsi)," ujar dia.
Baik Fuji, Iyan dan Ican kini berada di sebuah Dermaga Pulau Sabesi, Kabupaten Lampung Selatan. Rekaman video mereka pun viral di media sosial. Ketiganya disebut sebagai saksi hidup dari bencana erupsi yang menyebabkan tsunami di Banten dan Lampung itu.