Pembangunannya seringkali dikaitkan dengan konflik pembebasan lahan di era Orde Baru antara pemerintah dengan masyarakat di sekitarnya
Terletak di daerah Majalengka dan Sumedang Jawa Barat. Bendungan ini menampung aliran sungai Cimanuk. Dibangun pada 2008 dan selesai 2015.
Bendungan ini memiliki luas hingga 4.980 hektare yang sebenarnya sudah direncanakan sejak zaman Hindia Belanda. Saat itu, Pemerintah Hindia Belanda merencanakan untuk pembangunan tiga waduk di sepanjang Sungai Cimanuk.
Namun, tidak sesuai rencana, proses pembangunan tersebut terhenti karena ada tantangan dan kontroversi dari warga sekitar. Pembangunan bendungan kembali direncanakan pada 1990-an. Kemudian saat pembangunan, pemerintah merelokasi masyarakat yang masih tinggal di area sekitar.
Bendungan Jatigede ini berfungsi untuk menambah volume tampungan air agar dapat mendukung program ketahanan pangan dan ketersediaan air Nasional khususnya di Provinsi Jawa Barat.