"Pasien kami rujuk ke Rumah Sakit Jiwa di Pekanbaru karena punya ruang isolasi dan fasilitas pendukung sehingga hasil pemeriksaan diharapkan lebih valid, akurat, objektif," kata dokter Rudi Cahyono.
Namun, berdasarkan pemeriksaan awal terhadap tersangka, kuat dugaan Heriwan memiliki gangguan jiwa berat. Apalagi, tersangka juga sudah menunjukkan perubahan perilaku dalam sebulan terakhir. Ibu kandung dan kakak kandung tersangka juga diketahui mengalami gangguan jiwa dan menjadi pasien di Poli Jiwa RS AL Tanjungpinang.
“Artinya faktor genetik atau keturunan sangat kuat. Namun karena rajin kontrol, gejala gangguan jiwa ibu dan abang pasien terkontrol. Saya melakukan pemeriksaan di mobil tahanan polisi tadi, ekpresi pasien marah, paranoid, curiga, tidak mudah percaya pada orang lain," papar dokter Rudy Cahyono.
Sementara Ketua RW 8 Kelurahan Kijang Kota, Bintan, Alamansyah mengatakan, dari hasil pantauan warga selama ini, keluarga tersebut memang sering terlibat cekcok. Sebelum menghabisi nyawa ayahnya, Heriwan juga sempat mengamuk hingga akhirnya dilerai warga. “Keluarga sehari-hari sering cekcok mulut, kadang-kadang sama abangnya kayaknya dendam. Dia sering marah-marah sama bapaknya juga,” kata Alamansyah.
Hingga Selasa sore, di lokasi kediaman korban terlihat sepi. Hanya terlihat warga saat menata satu karangan bunga turut berdukacita di Jalan Barek Motor RT 003 RW 008 Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Bintan.