Menurut Andri, di bagian atas kapal memang terdapat thinner. Zat cair yang berfungsi untuk mengencerkan berbagai macam cat, seperti cat kayu, besi, ataupun dinding itulah yang diduga membuat api cepat membesar dan merembet ke bagian lain.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban kebakaran. Namun, berdasarkan pantauan di lapangan sedikitnya 3 orang meninggal dalam musibah itu. Sementara 10 orang lainnya mengalami luka bakar.
Dua korban meninggal di lokasi kejadian dan hingga kini belum dapat dievakuasi dari dalam kapal sehingga identitasnya belum dapat diketahui. Sementara seorang korban lainnya, yaitu Surja, meninggal dalam perawatan di rumah sakit.