Menurutnya, pada pertandingan leg pertama melawan Arema FC di Kandang Singa, skuad Singo Edan lebih banyak bertahan seusai mencetak gol pada babak pertama. Anak asuhnya, dinilai tampil lebih dominan dan menguasai jalannya pertandingan meski menelan kekalahan.
“Saya tidak bisa membayangkan Arema FC bermain bertahan seperti itu. Justru kami yang lebih dominan. Padahal Arema FC bermain di depan puluhan ribu pendukungnya,” katanya.
Namun, ia mengakui bahwa gol yang diciptakan Abel Camara pada menit ke-15 akibat kesalahan pemain Borneo FC. Arema FC dinilai merupakan tim yang kuat dalam melakukan serangan balik saat terjadi kesalahan.
"Menghadapi tim seperti Arema FC, kami tidak boleh melakukan kesalahan. Karena mereka akan melakukan serangan balik dengan cepat," katanya.
Sementara itu, pemain Borneo FC Diego Michiels menambahkan bahwa timnya sesungguhnya memiliki sejumlah peluang pada laga tersebut. Namun, peluang yang terjadi selama pertandingan belum mampu dikonversi menjadi gol.