Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin mengatakan, musibah kebakaran bisa terjadi di mana saja. Kala musibah telah terjadi, peralatan pemadam kebakaran mesti disiapkan agar bisa menanggulangi si jago merah.
Apalagi karakteristik permukiman di Kabupaten Kutai Kartanegara tak hanya berada di kawasan daratan. Ada pula di daerah pesisir dan hulu yang menjorok ke perairan atau sungai. "Untuk itu kita sangat mendukung Disdamkarmatan agar memperkuat peralatan dan kelengkapan petugas pemadam kebakaran," kata Wakil Bupati Kukar.
Rendi Solihin mengucapkan duka yang mendalam bagi korban musibah kebakaran di Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai.Dia berharap korban musibah kebakaran tetap tegar dan tabah melewati ujian ini. Sebab, segala cobaan pasti ada hikmahnya tersendiri.
Meski pun ia juga menyakini insiden ini bukanlah suatu hal yang mudah. "Harus kita kembalikan bahwa kita punya keyakinan, di balik musibah ini pasti ada hikmahnya dari yang maha kuasa," ujar Rendi Solihin.
Diketahui, kerugian akibat kebakaran di Desa Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur ditaksir Rp4 Miliar.
Kebakaran yang terjadi pada Rabu (6/9/2023) sore di RT 6 dan RT 7 Desa Muara Kaman Ulu, itu menyebabkan 23 unit bangunan, satu unit mobil, dan empat sepeda motor ludes jadi arang.
Selain itu, lima unit sarang burung walet juga rusak terdampak pada bagian samping karena hangus terbakar rata dengan tanah. Akibat insiden nahas tersebut, 21 Kepala Keluarga (KK) dengan total 79 jiwa harus kehilangan tempat tinggal.