"Kami ingin membantu masyarakat agar bisa mengelola usahanya dengan baik,” katanya.
Risnawati mengungkapkan, tidak hanya gerobak, namun juga memberikan modal pinjaman sebesar Rp2 juta pada tiap pelaku UMKM. Dana tersebut harus dikelola dengan baik dan dikembalikan tanpa bunga. Nantinya modal itu akan kembali digelontorkan untuk pelaku-pelaku UMKM yang lain.
“Jadi itu istilahnya modal berputar. Yang dapat hanya para pelaku UMKM saja. Modal Rp2 juta itu silakan dikelola, dikembalikan jika keuntungan sudah ada dan tanpa bunga. Lalu akan diputar ke UMKM yang lain,” ucapnya.
Menurutnya, program tersebut merupakan program berkelanjutan secara menyeluruh. Artinya tidak hanya masyarakat yang berada di Teluk Bayur, melainkan yang ada di 13 kecamatan di Kabupaten Berau.
“Hari ini kan 10 gerobak dan 10 modal, berikutnya juga akan dibagi kembali 10 gerobak dan 10 modal lain ke kecamatan yang lain,” ujarnya.