"Sampai kami menginterogasi penjaga saat itu, mulai dari anak itu diterima oleh orangtuanya sampai anak itu tidak ada di tempat atau hilang," tutur Damus.
Lebih lanjut Damus mengatakan, hingga saat ini polisi masih terus mendalami kasus kematian AYG.
"Masih didalami apakah AYG merupakan korban tindak kriminal atau murni jatuh ke saluran air," tutupnya.
Seperti diketahui, warga Jalan Antasari Samarinda, Kalimantan Timur digegerkan dengan penemuan jenazah balita tanpa kepala. Jasad balita tersebut ditemukan mengapung di parit sekitar rumah warga, Minggu (08/12/2019).
Jenazah balita dalam kondisi menyedihkan ini pertama terlihat oleh seorang wanita yang curiga dengan benda aneh di saluran air. Saat, diperiksa ternyata jenazah bayi yang sudah tanpa kepala dan tangan. Dari hasil pemeriksaan, jenazah itu diketahui berinisial AYG berusia empat tahun.