“Ini luka dipukul warga,” ucap Testi, penumpang minibus.
Dia mengungkapkan cerita versinya dalam kejadian tersebut. Menurutnya, bukan kendaraan mereka yang menabrak, tapi justru ditabrak. Namun ketika itu sudah banyak warga yang mengamuk bahkan memecahkan kaca mobil hingga sopir memilih tancap gas.
“Ibu itu (pengendara motor) yang menabrak kami saat memutar. Kondisi warga sudah emosi dan memukul kaca hingga pecah. Kami cari polisi di jalan tapi tidak ada. Sopir terus jalan untuk mencari kantor polisi karena suasana sudah tidak aman kalau kami berhenti dan turun. Mobil kami dilempari batu dan dipukul-pukul,” katanya.
Diketahui sebelum diamuk massa, minibus yang dijadikan taksi gelap ini sempat melarikan diri sejauh 14 kilometer sebelum masuk ke jalan buntu. Saat ini pelaku dan bangkai mobil telah dibawa Unit Satlantas Polres Samarinda. Kasus dugaan tabrak lari ini masih dalam penyelidikan polisi.