"Rp400.000 itu kira-kira satu kuintal setengah. Kalau pakai motor dua kali bolak-balik jadi modal bensin Rp50.000," tuturnya.
Dia menjelaskan, jarak dari rumah menuju kebun kelapa sawit miliknya sekitar 5 km sehingga jika bolak-balik menjadi 10 km.
"Dua kali narik jadi 20 kilometer dengan kondisi jalan rusak dengan motor yang harus dimodif," terangnya.
Dia mengatakan sebelum TBS naik, harga kelapa sawit sempat hanya sekitar di harga Rp500-Rp700 per kg.
"Pada waktu itu orang belum berminat ke kelapa sawit. Disuruh ngambil aja nggak ada yang mau," tutupnya.