Daftar Gubernur Kalimantan Timur Pertama Kali hingga Kini, Ada yang Jabat 2 Periode

Nani Suherni
Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur diberinama Nusantara (Sindonews)

2. Inche Abdoel Moeis

Inche Abdoel Moeis, sering disingkat I.A. Moeis lahir di Samarinda, 2 Agustus 1920. Dia wafat di Jakarta pada 1978. 

Dia disebut kepala daerah Gubenur Kalimantan Timur selama kurang dari tiga bulan pada 3 Maret-27 Mei 1959. I.A. Moeis tidak disebut gubernur karena pada saat bersamaan ada posisi gubernur yang dijabat oleh A.P.T. Pranoto.

3. APT Pranoto 

APT Pranoto kembali terpilih sebagai Gubernur Kalimantan Timur periode 1959-1966.

4. Abdoel Moeis Hassan

Pada tanggal 30 Juni 1962 Presiden Sukarno menetapkan Abdoel Moeis Hassan sebagai Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Timur dengan Keputusan Presiden Nomor 260/M tahun 1962. Kemudian Menteri Dalam Negeri Ipik Gandamana melantiknya pada 10 Agustus 1962 dalam Sidang Istimewa DPRD Kalimantan Timur. Program pertama yang dihasilkannya adalah pendirian Universitas Kalimantan Timur pada 27 September 1962 yang berubah menjadi Universitas Mulawarman di Samarinda.

Pada tahun 1965, walaupun dia yang menggagas penghapusan sistem kesultanan, namun ia tidak membiarkan adanya gerakan radikal yang hendak menghancurkan keraton peninggalan Kesultanan Kutai di Tenggarong. Dia memerintahkan Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda untuk mengamankan bangunan keraton tersebut. 

Dia juga mengirimkan polisi Banjar ke Tenggarong untuk mencegah massa dan tentara suruhan Panglima Kodam IX Mulawarman Mayjen Soehario Padmodiwirio yang hendak membakar keraton Kutai.

Pada tahun 1966 sekelompok massa berunjuk rasa menuntut Abdoel Moeis Hassan mundur dari jabatan Gubernur Kalimantan Timur. Massa menuduhnya sebagai pengurus Partai Nasional Indonesia yang pro-Partai Komunis Indonesia (PKI), yang dituding sebagai pelaku Gerakan 30 September. Tuduhan ini tidak terbukti dan Menteri Dalam Negeri Basuki Rahmat memintanya tetap menjabat Gubernur hingga selesai periodenya pada tahun depan, yakni 1967. Namun, dia tetap menyatakan berhenti sebagai Gubernur dalam Sidang Istimewa DPRD Kalimantan Timur pada 14 September 1966.

Dia menyerahkan jabatan gubernur Kaltim kepada Mendagri. Usai pengunduran diri, Mendagri menugaskannya sebagai pegawai Departemen Dalam Negeri di ibu kota negara, namun nonjob atau tanpa jabatan.

5. Soekadio

Soekadio (20 Juni 1925 – 13 Oktober 1982) merupakan Gubernur Kalimantan Timur periode 1966 hingga 1967. Dia juga adalah Mantan Anggota DPR RI Fraksi Golongan Karya selama 3 periode, yakni mulai tahun 1977 hingga 1992.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Aliansi Masyarakat Kaltim Desak DPRD Gunakan Hak Angket Makzulkan Gubernur Rudy Mas’ud

57 tahun lalu

Geger Renovasi Rujab Rp25 Miliar, Gubernur Kaltim Minta Maaf dan Janji Kursi Pijat Tak Pakai APBD

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Alasan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Renovasi Rumah Dinas Rp25 Miliar

57 tahun lalu

Gubernur Kaltim Minta Maaf, Anggaran Mobil Dinas Kini Dialihkan untuk Kebutuhan Rakyat

57 tahun lalu

Respons Kritik Publik, Gubernur Kaltim Kembalikan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal