“Memang angka yang kita pasang Rp150 juta, tapi tidak menutup kemungkinan bisa lebih. Artinya pembiayaan itu sesuai dengan kebutuhan. Kalau masalah di satu RT lebih banyak, tentu intervensinya juga berbeda dengan RT lain,” ucapnya.
Lebih jauh, Aulia menuturkan, pada 2025 akan difokuskan pada penguatan regulasi. Pemkab Kukar menargetkan peraturan dan petunjuk teknis pendukung rampung di akhir tahun. Dengan begitu, program RT-Ku Terbaik bisa mulai berjalan pada 2026.
“Kita bisa menangani permasalahan ketahanan sosial dan ketahanan pangan yang ada di masyarakat,” katanya.