"Saya tidak tahu kejadiannya karena atraksi berbarengan dengan kedatangan habib. Jadi saya menyambut habib," kata Rohim, Sabtu (5/5/2018).
Kasatreskrim Polres Berau AKP Andika Dharma Sena membenarkan adanya atraksi yang merunggut korban jiwa. Dia mengatakan, Polres Berau akan memeriksa sejumlah saksi terkait acara tersebut.
"Salah satu acara perpisahan diisi oleh salah satu kegiatan ekstra kurikuler bela diri. Atraksinya dilindas mobil. Satu orang tewas dan lainnya luka-luka. Total peserta aktraksi enam orang. Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan para saksi baik itu pihak pesantren maupun perguruan pencaksilat itu sendiri," kata AKP Andika di Mapolres Berau.