Saat ini, produk perikanan lokal Kalteng yang sangat digemari negara importir antara lain ikan hias botia, ikan saluang, ikan betutu atau bakut, aquatic plant atau tumbuhan air, ikan toman, ikan sapu-sapu, ikan lais, ikan baung, dan ikan julung-julung. Banyak negara yang sangat berminat dengan ikan lokal Kalteng antara lain Singapura, Malaysia, Jepang, Thailand, Hongkong, Jerman, Perancis, China, Amerika Serikat, Korea termasuk Inggris dan Ceko.
Leonard juga mengingatkan agar launching ekspor produk kelautan dan perikanan ini tidak hanya seremonial semata, akan tetapi menjadi momentum kebangkitan ekspor Kalteng yang berkelanjutan, menghasilkan nilai ekspor yang meningkat yang berdampak pada peningkatan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat Kalteng.
“Kepada Bapak Erwin dari CV Borneo Aquatic, Bapak Robertus Tingkes dari CV Tirta Haring dan Bapak Ali Giono Bakut, saya ucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas semangat, kerja keras dan dedikasinya ikut proaktif membangun perekonomian Kalteng,” ujarnya.
Salah satu eksportirnya adalah Robertus Tingkes (Direktur CV Tirta Haring Borneo) yang berdomisili di Palangka Raya. Produk yang diekspor olehnya meliputi ikan botia berjumlah 30.000 ekor dan ikan seluang 5.000 ekor dengan negara tujuan ekspor ke Singapura kemudian ikan botia berjumlah 5.000 ekor dan ikan seluang 1.000 ekor dengan negara tujuan ekspor ke Jepang;
Selanjutnya, ada pula Erwin (Direktur CV Borneo Aquatic) berdomisili di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur. Produk yang di ekspor adalah tanaman air jenis Bucepalandra berjumlah 3.000 pcs/9 koli dengan negara tujuan ekspor ke Ceko. Kemudian, ada pula Giono (Ali Giono Bakut) yang berdomisili di Palangka Raya, pihaknya mengeskpor ikan betutu berjumlah 130 kg/130 ekor dengan negara tujuan ekspor ke Malaysia.