Mengenal Batang Garing yang Jadi Lambang Abadi Suku Dayak di Kalimantan Tengah

Candra Setia Budi
Batang Garing yang jadi lambang abadi suku dayak di Kalimantan Tengah. (Foto: Kalteng.go.id/ist)

Pada Batang Garing setiap dahan memiliki tiga buah yang menghadap ke atas dan ke bawah. Dahan sendiri melambangkan tiga kelompok besar manusia sebagai keturunan Maharaja Sangiang, Maharaja Sangen, dan Maharaja Bunu. 

Sementara daunnya melambangkan ekor dari salah satu burung yang menjadi identitas suku Dayak yaitu burung Enggang (burung Tingang). Burung ini memberi simbol bahwa asal-usul kehidupan ini adalah berasal dari atas.  

Lalu pada bagian bawah Batang Haring mempunyai guci (katalatah) berisi air suci serta dahan berlekuk yang juga melambangkan Jatha atau dunia bawah atau sering disebut dengan Pulau Batu Nindan Tarung. Pulau yang menjadi tempat manusia pertama kali sebelum diturunkan ke bumi.

Batang Haring atau Pohon Kehidupan juga melambangkan keseimbangan atau keharmonisan hubungan antara sesama manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan.

Editor : Candra Setia Budi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mayat Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Tepi Jalan Sampit, Diduga Terlindas Truk

57 tahun lalu

Kebakaran Kafe di Palangka Raya, Relawan Damkar Pingsan saat Bantu Padamkan Api

57 tahun lalu

Gudang Penyimpanan LPG di Barito Selatan Terbakar, 3 Bangunan Hangus

57 tahun lalu

IRT Tukang Pijat di Palangka Raya Dibacok Tetangga, Kedua Tangan Nyaris Putus

57 tahun lalu

Antrean BBM Mengular di Palangka Raya, Warga Rela Tunggu Berjam-jam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal