Melihat Ritual Mangkuk Merah, Tradisi Sakral Suku Dayak untuk Panggilan Perang

Candra Setia Budi
Mangkuk merah dipercaya mempunyai kekuatan mengajak semua orang dayak terlibat dalam peperangan. (Foto: Ilustrasi suku dayak/Ist)

Diyakini bahwa roh suci akan menjawab melalui tanda-tanda alam yang kemudian diterjemahkan oleh panglima apakah mangkuk merah sudah saatnya diedarkan atau belum. Jika dianggap layak, tubuh palingma akan dirasuki oleh roh dewa. 

Setelah itu, panglima yang sudah dirasuki roh dewa akan pulang ke desanya dengan meneriakan kata-kata magis tertentu. 

Ketika panglima adat meneriakan kata-kata tersebut, penduduk desa sudah mengerti maksudnya dan berkumpul di lapangan sambil membawa mandau, perisai, dan senjata lantak dengan kain merah di kepala. 

Setelah itu, panglima adat kemudian menularkan roh dewa kepada semua penduduk kemudian mengutus kurir untuk mengantarkan mangkuk merah ke desa lain.

Beberapa orang yang ditunjuk untuk menyampaikan berita telah diberi arahan mengenai maksud dan tujuan mangkuk merah, siapa saja yang harus ditemui (para ahli waris), kapan berkumpul, tempat berkumpul, dan sebagainya. 

Setelah berita itu disampaikan, orang yang ditunjuk tadi tidak boleh menginap atau singgah terlalu lama. Meskipun hujan lebat atau hari sudah petang, mereka harus meneruskan perjalanan.

Biasanya, masyarakat Dayak yang berada di bawah pengaruh magis serta dikomando panglima perang konon kebal senjata, bahkan tidak makan hingga sebulan, dan bisa bergerak cepat di dalam hutan. 

Suku Dayak meyakini melaksanakan ritual mangkuk merah tidaklah mudah. Sebab, di dalamnya terdapat kepercayaan bahwa ritual yang dilaksanakan akan meminta nyawa manusia dan menimbulkan korban.

Editor : Candra Setia Budi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jokowi Ucap Salam Suku Dayak Adil Ka Talino Bacuramin Ka Saruga Basengat Ka Jubata, Ini Artinya

57 tahun lalu

Pasukan Merah Suku Dayak Tewas Ditembak saat Demo di Seruyan, Panglima Jilah Kecam Aksi Pelaku

57 tahun lalu

Melihat Tradisi Kalungan Usus Indramayu, Ritual Buang Sial Dilakukan di Lapas

57 tahun lalu

Suku Dayak Datang ke Jambi Ingin Temui Suku Anak Dalam, Ada Apa?

57 tahun lalu

Puan Maharani Janjikan Perbaikan Rumah Betang Ensaid, Minta Kaum Ibu Tetap Menenun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal