“Menyandang julukan Bumi Pancasila itu bukan suatu yang ringan, apalagi julukan itu satu-satunya bagi Provinsi di Indonesia. Untuk itu, saya melihat perlu implementasi dari pengejawantahan Bumi Pancasila, maka yang paling tepat menurut saya adalah bagaimana membumikan Kalteng BerAKHLAK, jadi Bumi Pancasila dan Kalteng BerAKHLAK adalah satu tarikan napas, satunya niat, perbuatan dan tindakan dalam membangun Kalimantan Tengah untuk mewujudkan Kalteng Makin Berkan," katanya.
Menurutnya, semua nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila bermuara kepada Akhlak, jika semuanya dilandasi Akhlak maka kehidupan berbangsa dan bernegara akan damai dan sejahtera.
“Orang berakhlak tidak akan menelantarkan kaum miskin, orang berakhlak tidak akan merusak lingkungan untuk kepentingan pribadi, orang berakhlak tidak akan melakukan korupsi, orang berakhlak tidak akan menindas sesamanya,” kata Sugianto.
Sementara itu, terkait pernyataannya pada pembukaan Musrenbang 7 April 2022 lalu yang menyuarakan ketidakadilan pemerintah pusat untuk daerah, Sugianto membenarkan kekecewaannnya. Menurutnya, Kalteng yang memiliki sumber daya alam melimpah hanya mendapatkan sedikit manfaat untuk kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah.
“Begitu saya dipercayakan jadi Gubernur Kalimantan Tengah sejak periode pertama, seketika itu saya telah mewakafkan hidup saya untuk membangun Kalimantan Tengah dengan nawaitu yang tulus. Satu hal yang membuat saya gerah dan kecewa, saya berada di sekeliling sumber daya alam yang melimpah, tapi sumber daya alam itu belum mampu mensejahterakan rakyat, dikarenakan mekanisme dan regulasi yang tidak berpihak kepada daerah. Keadaan seperti ini menurut saya tidak akan terjadi, jika semua elemen bangsa ini menjadikan akhlak sebagai landasan, terlebih dalam hal kekuasaan," katanya.