Asal-usul Kata Sampit Ibu Kota Kotim, Berasal dari Bahasa China

Kurnia Illahi
Kota Sampit sebagai Ibu Kota Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki posisi strategis, terutama karena letaknya yang berada di tengah-tengah Kalimantan Tengah. (Foto: Antara).

Pada masa itu, rombongan 31 orang China datang ke daerah ini untuk melakukan kontak dagang dan membuka usaha perkebunan. Hasil perdagangan perkebunan saat itu melibatkan rotan, karet, dan gambir. Salah satu areal perkebunan karet yang cukup besar saat itu terletak di belakang Golden dan Kodim.

Pada tahun 1795-1802, terjadi peperangan sengit antara Belanda dan Inggris. Akibatnya, permukiman warga Sampit dipindahkan ke pedalaman, khususnya ke Kota Besi karena gangguan dari bajak laut di muara Sungai Mentaya. 

Eskader Belanda berhasil menghancurkan gerombolan bajak laut pimpinan Koewardt yang berkekuatan 25 perahu di sekitar Teluk Kumai dan Tanjung Puting pada tahun 1836. Tokoh bajak laut Koewardt akhirnya tewas dan dikuburkan di sekitar Ujung Pandaran, yang hingga kini dianggap keramat oleh masyarakat setempat.

Setelah merasa aman, penduduk pindah ke Seranau (sekarang dikenal sebagai Mentaya Seberang) pada tahun 1836. Para pedagang China juga mulai berdatangan dan menetap di sana, membentuk sejarah yang kaya bagi Kota Sampit.

Sementara itu, pemahaman mengenai arah matahari dan kepercayaan hongsui memang memiliki pengaruh yang kuat dalam budaya dan pembangunan kota. Menarik bahwa permukiman baru dibangun di seberang Seranau (Sampit sekarang) agar menghadap matahari terbit, menghormati kepercayaan tersebut.

Bukti-bukti seperti tiang bendera kapal dan pecahan keramik yang ditemukan di lokasi perusahaan PT Indo Belambit menambah keaslian cerita sejarah. Kontak dagang dengan bangsa-bangsa luar, termasuk China, India dan Portugis menunjukkan betapa pentingnya hubungan lintas budaya pada masa itu.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pilu! Begini Pengakuan Gadis Indramayu Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan di China

57 tahun lalu

Kronologi Gadis Indramayu Jadi Korban TPPO di China, Dijanjikan Kerja Restoran

57 tahun lalu

WNA China Rampok Rumah Mewah di Bogor Pakai Topeng Lionel Messi, 2 Orang Ditangkap

57 tahun lalu

Panglima Jilah Temui Jokowi di Solo, Tanya Realisasi Dayak Center di IKN

57 tahun lalu

Polda Sultra Ambil Alih Penanganan Kasus 4 TKA China Aniaya Buruh Lokal di PT IPIP

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal