Ustaz yang Diduga Cabuli Santriwati di Tanah Laut Dipastikan Bukan Pengajar Tetap Ponpes

Zulkifli Yunus
Ketua Yayasan Ponpes Nurul Muhibbin Bambang dan KH Usfia atau Guru Fia pendiri Ponpes Nurul Muhibbin menegaskan ustaz HA yang mencabuli santriwati telah dinon-aktifkan. (FOTO: iNews/ZULKIFLI YUNUS)

TANAH LAUT, iNews.id - Pengurus Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Muhibbin Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel) meluruskan status ustaz yang diduga mencabuli santriwati. Yayasan memastikan oknum ustaz itu bukan pengajar tetap di ponpes.

Terduga pelaku hanya orang yang dipercaya pendiri ponpes untuk membantu membimbing santri di ponpes itu. Klarifikasi ini disampaikan yayasan untuk menghindari simpang siur status oknum ustaz tersebut. 

Sebab, pascamencuatnya kasus pencabulan terhadap santriwati di Ponpes Nurul Muhibbin, pihak yayasan dan pendiri ponpes merasa sangat terganggu.

Yayasan merasa perlu meluruskan karena selama ini banyak beredar di media sosial (medsos) bahwa oknum ustaz disebut-sebut sebagai kepala sekolah. Padahal keberadaannya di ponpes pun hanyalah karena rasa hormat pendiri ponpes.

"Sebenarnya oknum ustaz HA, bukanlah ustaz atau pengasuh yang direkrut yayasan. HA itu berada di sini (Ponpes Nurul Muhibbin) karena penghargaan pendiri ponpes. Karena itu nama oknum ustaz tersebut tidak tercantum dalam administrasi," kata Ketua Yayasan Ponpes Nurul Muhibbin Bambang.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan di Tanah Laut Pikap Tabrak Truk Parkir, 1 Tewas 2 Luka-Luka 

57 tahun lalu

Lubang Tambang Batubara di Tanah Laut Terbakar, Pj Bupati: Pemilik Lahan Harus Tanggung Jawab

57 tahun lalu

Lubang Tambang Batubara di Tanah Laut Kalsel Terbakar, Warga Ngungsi

57 tahun lalu

Oknum Ustaz Pengasuh Ponpes di Tanah Laut Dilaporkan ke Polisi, Diduga Lecehkan Santriwati

57 tahun lalu

2 Kurir Sabu asal Desa Pemuda Tanah Laut Kalsel Ditangkap Polisi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal