Rahmadi mengungkapkan, dia telah melakukan berbagai upaya antara lain sosialisasi dengan melibatkan media dan aktifis masyarakat. Namun upaya tersebut, masih belum mencukupi kebutuhan darah yang setiap hari terus terjadi permintaan.
"Jadi kulkas kita sekarang sudah tidak pernah lagi terisi, kalaupun terisi sebentar itu sudah langsung dipakai atau ada yang memesan," katanya.
Dia berharap, semua pihak ikut membantu PMI. Bagaimana pun kebutuhan doroh menjadi salah satu upaya terpenting dalam menyelamatkan jiwa pasien.
"Darah ini kan tidak ada pabriknya jadi, kepedulian dan kesadaran untuk membantu sesama benar-benar sangat diharapkan," ujarnya.