BANJAR, iNews.id - Ribuan ikan nila dan bawal mati mendadak di Desa Mali-Mali dan Desa Sungai Arfat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Peristiwa ini membuat para pembudi daya ikan jala apung mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Kematian ikan tersebut diduga terjadi akibat menurunnya kualitas air sungai. Kondisi air yang buruk membuat ikan-ikan di dalam keramba kehilangan daya tahan hingga akhirnya mati dalam jumlah besar.
Fenomena ini telah berlangsung selama sepekan terakhir. Namun, kematian ikan paling parah terjadi pada Selasa (7/7/2026) ketika ribuan ikan dalam keramba milik warga ditemukan dalam kondisi lemas hingga mati.
Kerugian besar dialami pembudi daya ikan nila di Desa Sungai Arfat. Salah satu pembudidaya, Ridhawati, mengatakan sekitar 20 ton ikan nila miliknya mati akibat kondisi air sungai yang memburuk.
Akibat kejadian tersebut, dia mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp500 juta. Bahkan, nilai kerugian dapat meningkat hingga Rp1 miliar apabila kondisi air tidak segera membaik dalam beberapa hari ke depan.