"Korban kedua ditemukan di lorong kering sejauh 70 meter masuk terowongan," ujar Dandim.
Evakuasi korban sempat terkendala akibat medan cukup berat. Selain itu, lorong masih dipenuhi lumpur, gelap serta kedap udara sehingga kurang oksigen.
Proses evakuasi juga sempat terhenti lantaran cuaca tidak bersahabat dan minimnya peralatan. Bahkan, kondisi ini sempat memancing keributan antara petugas dan pihak keluarga korban hingga akhirnya proses pencarian diputuskan untuk dilanjutkan pukul 16.00 WITA.
Selang 30 menit setelah proses evakuasi dilanjutkan, petugas akhirnya menemukan kedelapan korban dalam kondisi meninggal dunia.
Delapan korban longsor tambang manual kemudian dibawa ke Rumah Sakit di Batulicin untuk diautopsi. Hingga kini, baru dua korban teridentifikasi sedangkan enam lainnya masih belum diketahui identitasnya.