Hadi, nelayan Desa Swarangan mengatakan, benar saat ini terjadi pendangkalan di muara sungai. Sebelumnya, walaupun air surut, nelayan masih mudah untuk pergi ke laut atau sebaliknya.
“Kalau air surut, sudah pasti kapal kami tidak dapat melewati gosong pasir yang ada di muara sungai, jadi harus menunggu sampai air laut pasang,” kata Hadi saat dikonfirmasi, Sabtu (14/10/2023).
“Banyak nelayan yang ingin melaut pagi ini, tapi terpaksa mengurungkan niatnya, karena munculnya gosong di alur sungai yang biasa dilalui,” terang Hadi sambil menjelaskan ia sendiri gagal mengantar pemancing yang ingin ke laut.
“Saya baru saja batal mengantar pemancing ke laut, karena kapal saya tidak dapat ke luar,” kata nelayan yang sekaligus menjual jasa mengantar pemancing ini.
Menurut Hadi, saat ini hanya kapal kecil yang dapat ke laut. Itu pun harus hati-hati karena alur atau yang disebut warga dengan luluhan sangat sempit.
“Beberapa kapal nelayan kecil dapat ke laut, tapi mereka tidak leluasa, karena saat kembali dari laut harus menunggu air laut pasang,” tutur Hadi.
Para nelayan dengan kapal berbobot diatas 10 GT, kata Hadi, terpaksa harus bersabar sampai menunggu air laut pasang dalam, kalau pasang kecil atau pin dua (bahasa Banjar) kapal besar tidak dapat melintas di alur saat ini.