“Saya merasa senang dan bangga karena sejak awal pembukaan hingga sekarang semuanya berjalan baik dan lancar, serta memberikan hiburan yang sangat menarik bagi yang menyaksikan,” tuturnya.
Mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel ini mengutarakan, permainan balogo merupakan salah satu permainan rakyat yang banyak diminati masyarakat. Dia sendiri mengenal permainan ini ketika masih anak-anak seusia SD. “Waktu itu saya sering ikut kakak laki-laki dalam bergaul kesaharian lantaran kakak perempuan saya usianya berbeda jauh,” tuturnya.
Noormiliyani mengharapkan permainan balogo dan permainan-permainan tradisional lainnya hendaknya terus dipelihara dan dilestarikan agar tidak tergerus perkembangan zaman. Terlebih saat ini anak-anak lebih menyukai permainan online melalui gadget. Sebagai generasi penerus, sebut Noormiliyani, sudah selayaknya memelihara segala jenis permainan pendahulu seperti permainan balogo yang mempunyai kekhasan serta memiliki nilai-nilai kebersamaan.
Kepada Disporbudpar dan KORMI Batola, anak Gubernur ketiga Kalsel almarhum Aberani Sulaiman ini berharap dapat menyikapi antusias masyarakat sebagai peluang pariwisata yang dapat dikembangkan lebih baik lagi. Di akhir perlombaan juga ditampilkan permainan balogo dari peserta juara pertama di hadapan Bupati Noormiliyani dan undangan.
(CM)