Nelayan Kalsel yang datang dari Kecamatan Kintap, Kecamatan Jorong, Kecamatan Takisung dan dari Kabupaten Kotabaru langsung mendatangi ke lokasi adanya kapal nelayan dari Jateng itu.
Saat akan menggiring mereka dua kapal berhasil melarikan diri dan menakuti nelayan lokal yang mengepungnya dengan tembakan. Merasa tidak aman nelayan Kalsel membiarkan kapal itu pergi.
Kesal dengan ulah dua kapal lainnya, nelayan kemudian memindah awak kapal Wahyu Mina Barokah IV ke kapal yang ikut mengepung dan membawanya ke Desa Swarangan, sementara kapal mereka dibakar.
Nelayan asal Desa Swarangan, Syahril mengatakan, pembakaran kapal asal Jateng itu karena nelayan pesisir Kalsel seperti Kotabaru, Tanah Bumbu dan Tanah Laut sudah lama resah dengan beroperasinya nelayan pesisir Utara Pulau Jawa di perairan yang dekat dengan daratan Kalimantan.
Beberapa kali mereka memergoki kapal nelayan tersebut dan diminta untuk menjauh dari garis pantai, namun mereka kembali lagi beroperasi saat nelayan Kalsel lengah.