Selama pandemi corona, kata dia peredaran narkoba turun drastis. Hal itu karena ketatnya penjagaan di sejumlah titik pada penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Namun usai PSBB tak lagi diterapkan, kata dia pasokan barang haram tersebut kembali diwaspadai petugas. Tujuannya agar Kalsel tidak menjadi sarang jaringan pengedar internasional.
"Kami selalu bersinergi dengan Polda Kalsel dan pihak lainnya dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba termasuk langkah-langkah pencegahan mengedukasi masyarakat agar tak jadi budak narkoba," ucap dia.
Sedangkan jumlah penyalah guna narkoba di Kalsel menurut data BNNP terakhir yaitu mencapai 53.000 orang dengan angka prevalensi 1,3% dari total penduduk.
"Sesuai tema HANI tahun ini yaitu Hidup 100 persen, mari kita betul-betul hidup sehat jasmani dan rohani termasuk terbebas dari Covid-19 dan bebas narkoba. Karena pemicu corona rentan menyerang tubuh salah satunya penggunaan narkoba yang menyebabkan imunitas menurun," ujar dia.