BANJARMASIN, iNews.id -Kalimantan Selatan membutuhkan kemampuan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) 1.500 sampel sehari. Tujuannya agar penanganan pasien positif Covid-19 lebih cepat dilakukan.
"Kalau sekarang rata-rata baru sekitar 30 persen sampel bisa diuji dari seluruh sampel tes usap yang masuk. Sedangkan sisanya menunggu antrean cukup lama," kata Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Erwinn Zainul Hakim di Banjarmasin, Senin (13/7/2020).
Menurut Erwinn, bila penyiapan sarana tes PCR mencukupi maka periode penyembuhan juga bisa semakin cepat. Dia memprediksi dengan kemampuan memeriksa 1.500 sampel per hari, baru tercapai kondisi stabil penanganan kasus positif Covid-19.
Dia memaparkan untuk satu alat tes PCR sekarang bisa mendiagnosis 192 sampel dari dua kali operasi sehari. Jika Kalsel memiliki minimal 5 alat PCR, maka sudah hampir 1.000 sampel bisa diuji per hari.
"Kalau kondisi saat ini, hari ini tes swab harus menunggu antrean hampir 3 minggu baru diketahui hasilnya. Jadi, rumah sakit penuh, tempat karantina penuh hanya diisi ODP atau PDP yang belum tentu hasilnya positif Covid-19," ujar dia.