Ini Penjelasan Lengkap Kementerian LHK Soal Penyebab Banjir Kalsel

Nani Suherni
Banjir Kalsel (Foto: Antara)

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengendalian DAS (PEPDAS) KLHK M Saparis Soedarjanto mengatakan pihaknya terus berupaya untuk mengurangi areal tidak berhutan melalui revegetasi atau penanaman pohon khususnya pada areal lahan kritis. 

“Rehabilitasi DAS di Kalsel sangat massif dilakukan. Data kegiatan rehabilitasi dengan penanaman pohon tahun 2019-2020 di DTA Banjir Kabupaten Tanah Laut (DTA Kurau) seluas 155 ha, di DTA Riam Kiwa seluas 4.341 hektar, dan di DTA Barabai seluas 395,5 ha. Karena baru massif dilakukan beberapa tahun terakhir, mungkin belum terlihat jelas di peta, tapi nanti beberapa tahun lagi akan terlihat,” jelas Saparis.

Dalam catatan KLHK, kegiatan rehabilitasi di Kalsel juga termasuk yang intensif dan sistematis dilakukan bersama dengan kebijakan pemerintah daerah. Upaya lain untuk pemulihan lingkungan dilakukan dengan memaksa kewajiban reklamasi atas izin-izin tambang.

Dalam hal reaksi cepat penanganan banjir Kalsel, KLHK juga telah menurunkan satuan kerjanya untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Diantaranya dengan menurunkan anggota BKSDA Kalsel dan Daops Manggala Agni membantu misi kemanusiaan.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Banjir di Batola Rendam 3.000 Hektare Lahan Pertanian

57 tahun lalu

Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca, Kementerian LHK Sosialisasi FOLU Net Sink 2030 di Gorontalo

57 tahun lalu

Banjir di Balangan Rendam 7 Desa, 2.687 Jiwa Terdampak

57 tahun lalu

Aksi Heroik TNI Polri Jemput Pelajar Tak Bisa Lintasi Banjir di Balangan

57 tahun lalu

BPBD Kalsel Belum Tetapkan Status Darurat Banjir usai 2 Daerah Tergenang, Ini Alasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal