Harga Cabai Rawit di Kalsel Semakin Pedas, Kadisdag: Rp130.000 per Kg

M Achyar
Kepala Disdag Kalsel, Birhasani. (Foto dok MC Kalsel/scw)

Dikatakan Birhasani, walaupun ada yang bisa dipanen, tetapi hanya berkisar 15 persen dibandingkan saat normal. Situasi ini  memengaruhi pasokan dan distribusi ke pasar yang berdampak pada kenaikan harga cukup tinggi.

Meskipun ada alternatif lain, seperti memilih cabai tiung maupun cabai taji yang ada di Kalsel, suplai tidak mencukupi sehingga harus dibantu dari daerah lain.

“Setidaknya per dua hari, kita mendatangkan cabai dari luar daerah, yaitu dari Sulawesi dan Jawa Timur sebanyak dua hingga tiga ton per dua hari, sehingga dapat membantu meskipun harganya sudah tinggi,” kata Birhasani.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

UPB Latih Petani di Kubu Raya Genjot Produktivitas Cabai Rawit dengan Teknologi

57 tahun lalu

Kepala Desa di Kalsel Ditangkap Polisi terkait Narkoba Jenis Sabu

57 tahun lalu

Dikira Resto, Kepala SMAN di Kalsel Tak Tahu Tempat Acara Perpisahan Siswa Ternyata Klub Malam

57 tahun lalu

Muhidin-Hasnuryadi Deklarasi Maju Pilkada Kalsel, Misi Pebaikan Pembangunan Daerah

57 tahun lalu

Saksi Bingung, Suara Sah PSI di Banjar Kalsel Melonjak hingga 15.000 Lebih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal