Echa Si Putri Tidur Ditangani Tim Dokter RSUD Ansyari Banjarmasin

Zainal Hakim
Dokter melakukan pemeriksaan awal dan terapi kepada Echa si putri tidur di rumahnya, Jalan Pangeran RT 4 Banjarmasin. Echa akhirnya dibawa ke RSUD Ansyari Saleh untuk pemeriksaan lanjutan atas penyakit aneh yang dideritanya. (Foto: iNews/Zainal Hakim

BANJARMASIN, iNews.id – Remaja 13 tahun yang tertidur selama 13 hari, akhirnya digotong ke RSUD Ansyari Saleh, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis siang (26/10/2017) dalam kondisi mata terbuka. Orang tua Siti Raisa Miranda yang disapa Echa ini, berharap sang putri tidur sembuh agar bisa melanjutkan sekolah.

Sebelum dibawa ke rumah sakit, Echa sempat menjalani terapi dari tim dokter RSUD Ansyari Saleh Banjarmasin. Dokter ahli kejiwaan dan dokter syaraf melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisinya di kediaman Echa, Jalan Pangeran RT 4 Banjarmasin.

Hasil pemeriksaan awal tim dokter, kondisi fisik dan tanda vital Echa secara umum normal. Namun, organ tubuhnya belum berfungsi dan merespons dengan baik. Echa harus menjalani observasi dan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit dengan ditangani sejumlah dokter ahli. Karenanya, tim dokter belum menyimpulkan jenis penyakit yang dialami Echa.

“Dari hasil pemeriksaan tadi, secara umum, kondisi tanda vitalnya bagus. Reflek-refleknya positif. Kalau kondisinya sendiri, memang dia (Echa) tidak merespons,” kata Dokter Siti Khairiah, tim dokter ahli dari RSUD Ansyari Saleh Banjarmasin.

Tim dokter mengakui, dilihat dari gejalanya, penyakit aneh yang dialami putri kedua pasangan Mulyadi dan Lily ini masuk kategori hipersomnia. Untuk memastikannya, rumah sakit akan melakukan rawat bersama, yakni perawatan syaraf, kejiwaan, pediatri, dan ahli gizi. Mereka mengaku baru pertama kali menemukan kasus seperti ini.

“Yang jelas gejalanya hipersomnia. Banyak sekali yang bisa menyebabkannya, faktor-faktor penyakit saraf, penyakit jiwa, dan lainnya. Karena itu, kami masih harus melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Echa,” ungkap Dokter Siti Khairiah.

Sementara orang tua Echa mengaku sangat senang karena Echa mendapatkan kesempatan menjalani perawatan lebih lanjut di rumah sakit. Sang ayah, Mulyadi, mengaku doanya selama ini terkabul karena putrinya akhirnya mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah setelah ditunggu-tunggu. “Saya berharap Echa segera sembuh secara permanen agar bisa kembali bersekolah,”  kata Mulyadi.

Echa digotong ke rumah sakit dalam kondisi mata terbuka, menggunakan mobil ambulans milik Puskesmas Alalak Selatan Banjarmasin. Dia didampingi sang ayah, yang selalu setia menemaninya selama tidur panjangnya. Tiba di rumah sakit, Echa langsung ditempatkan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) guna menjalani perawatan intensif dan dipasangi selang infus.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kisah Misteri Gunung Ciremai, Nomor 4 Kesaksian Para Pendaki Banyak Kejadian Aneh

57 tahun lalu

Alhamdulillah, Balita Idap Kulit Bersisik Akhirnya Dirawat di RSUD Subang

57 tahun lalu

Kasus Covid-19 di Kalsel Naik, RSUD Ansari Saleh Siap Tangani Pasien

57 tahun lalu

Derita Bocah 8 Tahun Idap Penyakit Kulit Mirip Luka Bakar, Hanya Diobati dengan Minyak Tanah

57 tahun lalu

Kisah Haru Ratna Maya Bocah Penderita Kelainan Kulit asal Rembang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal