BANJARMASIN, iNews.id – Terlelap lebih dari seminggu, Siti Raisa Miranda alias Echa, penderita sindrom putri tidur asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), akhirnya terbangun, Sabtu (2/5/2018). Echa membuka matanya tepat di hari kedelapan setelah tertidur untuk ke lima kalinya. Seusai terbangun, Echa bergegas mengikuti ulangan kenaikan kelas susulan, karena tertinggal lima mata pelajaran selama penyakit langkanya tersebut kambuh.
Ibundanya, lily mengatakan, Echa terbangun saat mendengar alarm dari ponselnya pukul 06.30 Wita. Namun kondisi putri keduanya itu masih lemas dan tidak stabil. Echa sudah merespon saat diajak bicara, tapi malas menjawab semua pertanyaan. “Saat bangun kondisi fisiknya lemah,” kata Lily, (Sabtu 2/6/2018).
Setelah memiliki tenaga yang cukup, siswi kelas VII SMP Negeri 15 Banjarmasin tersebut bersedia melaksanakan ulangan susulan kenaikan kelas di rumahnya. Tak berapa lama, dua pengawas ulangan dari sekolahnya pun tiba di rumahnya untuk membawa soal ujian dan memberikan bimbingan selama Echa mengikuti ulangan susulan. Namun dari lima mata pelajaran yang diikuti Echa, hanya Bahasa Indonesia dan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) yang mampu dikerjakannya. Dengan tatapan kosong dan kondisi fisik lemah, Echa menyudahi ujian susulan tersebut dan akan melanjutkan sisanya Senin (4/6/2018) mendatang.
“Echa ini siswi yang periang dan aktif. Kami akan terus mendukungnya,” kata guru pengawa ujiannya, Yuliani.
Guru konseling SMPN 15 Banjarmasin, Laila mengaku, anak didiknya itu terbilang berprestasi selama mengikuti pendidikan di sekolah. Remaja berusia 14 tahun itu dinilai sangat supel dan aktif.