Menurut orator demo, Iqbal Hambali, massa sempat kecewa dan hilang kepercayaan terhadap anggota DPRD Kalsel. "Kami mendesak DPRD Kalsel meminta ketegasan eksekutif provinsi dan kabupaten kota menolak omnibus law," kata Iqbal.
Selain itu, massa meminta dewan menfasilitasi zoom meeting bersama mahasiswa dengan seluruh anggota DPR, DPD dan Gubernur Kalsel pada 15 Juli 2020 mendatang.
"Kami akan demo lagi tanggal 16 Juli jika aspirasi ini tidak terpenuhi," ujar massa.
Dalam aksinya, mahasiswa menyerahkan cotton bud (pembersih telinga) raksasa kepada DPRD Kalsel, sebagai simbol agar mendengarkan aspirasi masyarakat. Mereka berharap, cotton bud itu diserahkan kepada DPR di Senayan, Jakarta.
Sementara Ketua DPRD Kalsel Supian yang menemui massa menyepakati menerima tuntutan mahasiswa. DPRD Kalsel juga siap menfasilitasi permintaan zoom meeting dengan mengundang Gubernur, Bupati/ Walikota, anggota DPR dan DPD Dapil Kalsel pada Rabu (15/7/2020) lusa.
"Kami mengerti aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Kami sepakat dan mendukung aksi penolakan terhadap RUU Omnibus Law," ucap Supian.