Cegah Klaster Keluarga, Guru dan Siswa Wajib Disiplin Prokes jika Sekolah Tatap Muka

Antara
Ilustrasi sekolah tatap muka.(Foto: iNews.id/Arif Wahyu Efendi)

Di sisi lain, Nasrullah melihat wacana pembukaan pembelajaran tatap muka di sekolah bahkan di perguruan tinggi hendaknya direspons secara hati-hati.  Sejumlah aspek juga perlu diperhatikan. Di antaranya aspek geografis sekolah yang jauh dari pusat keramaian. Maka sekolah yang dibuka idealnya berada di pedesaan jauh dari akses mobilitas.

Kedua, asal siswa atau pelajar. Kalau pun sekolah dianggap jauh dari akses keramaian, tapi bagaimana kalau ada siswa di sekolah tersebut yang berasal dari zona merah. Jangan-jangan justru pembawa virus yang menjangkiti teman-teman atau gurunya dan kemudian dibawa ke rumah.

Ketiga, hal terpenting juga jumlah siswa di dalam kelas. Sekolah sangat memungkinkan dibuka, selain poin pertama dan kedua, adalah jumlah siswa yang terbatas. 

Bahkan ada sekolah di desa-desa tertentu yang memiliki siswa perkelas jumlahnya terbatas hitungan jari dan gurunya tinggal menetap di lingkungan sekolah akan sangat memungkinkan sekolah dibuka kembali.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bupati Gunungkidul Sunaryanta Sambut Positif Pencabutan Pandemi Covid-19, Ini Alasannya

57 tahun lalu

Penumpang KRL Solo-Yogyakarta Kini Boleh Tak Pakai Masker, Ini Ketentuannya

57 tahun lalu

Calon Haji Sukoharjo Diimbau Terapkan Prokes di Tanah Suci

57 tahun lalu

Soal Pencabutan Status Darurat Covid-19, Dinkes DIY Tunggu Pusat

57 tahun lalu

Antisipasi Kecurangan, Unnes Perketat Pemeriksaan 10.000 Peserta UTBK-SNBT 2023

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal