Butuh Dana Tambahan Rp9 Miliar, KPU Kalsel: Masih Otak-atik Anggaran

Nani Suherni
Rapat Koordinasi persiapan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pasca putusan Mahkamah Konstitusi dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Tahun 2020 di Hotel Berbintang, Banjarmasin, Senin (29/3/2021). (Foto: MC Kalsel/tgh)

BANJARMASIN, iNews.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel mengadakan Rapat Koordinasi persiapan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pascaputusan Mahkamah Konstitusi dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Tahun 2020. Salah satu yang masih diotak-atik yakni anggaran PSU tersebut karena butuh dana tambahan Rp9 miliar.

Rakor dihadiri Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA yang diwakili oleh Kepala Kesbangpol Kalsel, Heriansyah, Perwakilan Kapolda, Danrem, Bawaslu, Partai Pengusung paslon, KPU Kabupaten yang terlibat PSU dan tamu undangan lainnya.

Ketua KPU Kalsel Sarmuji mengatakan rakor ini dilaksanakan untuk mensosialisasikan pelaksanaan PSU yang telah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi. Telah diperintahkan untuk melaksanakan PSU sesuai dengan amar putusan yaitu ada 824 TPS dengan jumlah 266.757 pemilih yang tersebar di 7 kecamatan yang di tiga Kabupaten/Kota yaitu Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tapin.

“Jadi hari ini kita kumpulkan stakeholder untuk memberitahukan bahwa kita akan melaksanakan PSU di 3 Kabupaten/Kota,” ucap Sarmuji, dikutip dari portal resmi Pemprov Kalsel, Senin (29/3/2021).

Menurutnya dalam pelaksanaan PSU nantinya akan merekrut Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Ini sesuai perintah MK yang baru, jadi tidak ada lagi petugas 2020 yang terlibat dalam pelaksanaan PSU.

“Kami akan menyusun tahapan pelaksanaan PSU sebagaimana amar putusan MK dan juga bahwa penyelenggara ditingkat PPK dan KPPS itu baru, tidak melibatkan lagi penyelenggara yang telah lalu,” ucapnya.

Dia menambahkan, dalam pelaksanaan PSU di tiga daerah terkait anggaran, telah mengajukan sebesar Rp19 miliar lebih.  Adapun KPU Kalsel memiliki sisa anggaran Rp10 miliar dari pilkada lalu sehingga tinggal dibutuhkan tambahan Rp9 miliar.

“Kami masih otak-atik lagi anggaran ini. Termasuk menanyakan ke KPU kabupaten dan Kota yang wilayahnya menggelar PSU apakah ada sisa anggaran bisa digunakan. Jika masih kurang, maka kami usulkan minta ke pemprov,” tuturnya.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perindo Nilai Materi Gugatan atas PSU Pilkada Boven Digoel Keliru

57 tahun lalu

PSU Pilkada Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri Ajak Pendukung Kawal Suara

57 tahun lalu

Muhidin-Hasnuryadi Komitmen Ciptakan Pilkada Kalsel Aman dan Damai

57 tahun lalu

Dapat Nomor Urut 1, Muhidin Optimistis Kembali Menang di Pilkada Kalsel

57 tahun lalu

Muhidin-Hasnuryadi Sulaiman Nomor Urut 1 di Pilkada Kalsel, Raudatul Jannah-Rozanie 2

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal