Kepala DPPPA Provinsi Kalsel, Husnul Khatimah menyampaikan, perlindungan terhadap perempuan dan anak telah diamanatkan dalam Undang-Undang. Terutama perempuan memiliki potensi besar dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan. Husnul menyatakan, permasalahan gender masih menjadi perhatian hingga saat ini sehingga Kementerian PPPA merasa perlu menunjuk kabupaten/kota untuk memiliki model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak.
“Di Kalsel sendiri baru Batola dan Tala yang bisa dijadikan model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak sesuai indikator dari kementerian,” ucapnya.
Sebelumnya, Kepala DPPKBP3A Batola, Harliani melaporkan, launching dilaksanakan atas dasar ditetapkannya Batola sebagai kabupaten model DRPPA sesuai surat Kementerian PPPA Nomor 70 Tahun 2021.Dari penetapan ini, lanjut Harliani, maka oleh Bupati Noormiliyani AS dipilih Desa Sepakat Bersama dan Desa Pulau Sewangi sebagai sample dengan pertimbangan kades di kedua desa ini seorang perempuan.
Hal ini tentu sesuai rekomendasi kementerian bahwa program ini akan berjalan sangat baik ketika perempuan yang menjadi pemimpin wilayahnya. Mengingat tujuan dari kegiatan untuk meningkatkan kesetaraan gender, peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pengasuhan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan pekerja anak, dan pencegahan perkawinan anak.
“Kegiatan ini akan banyak melibatkan relawan Sapa maupun sosialisasi dan pelatihan dari pihak-pihak terkait,” tuturnya.
(CM)