Dia menjelaskan, jasad korban ditemukan dalam kubangan lumpur 40 meter dari mulut terowongan ke arah dalam lorong tambang batubara underground.
“Posisi jasad korban di dalam terowongan jadi sulit dievakuasi. Ditambah lagi kondisinya sangat gelap dan penuh lumpur,” kata dia.
Pencarian sisa satu korban terpaksa dihentikan, karena hari gelap dan dilanjutkan Jumat (29/1/2021) pagi. “Masih ada satu korban yang belum ditemukan," kata dia.
Korban yang belum ditemukan pekerja tambang batubara manual bernama Misgiyo (53), warga asal Desa Mentawakan, kabupaten Tanah Bumbu.
Sebelumnya, dalam musibah longsor tambang batubara manual ini, menyebabkan 10 pekerja terjebak dalam galian tambang batubara manual. Sementara 12 pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri secara dramatis.
Upaya pencarian korban berlangsung dengan melibatkan Basarnas, TNI, Polri, dan BPBD setempat, dibantu alat berat jenis exavator untuk menggali material longsor.