"Kalau tidak memungkinkan dilakukan isolasi di rumah karena banyak penghuninya, maka baru akan dilakukan isolasi di rumah singgah," katanya.
Terhadap mereka yang reaktif dari hasil rapid test itu, setelah isolasi mandiri akan kembali di rapid test kedua.
Anggota DPRD HST dari Fraksi Partai Gerindra Tajudin mengaku keberatan atas sikap Dinas Kesehatan yang memperbolehkan petugas medis yang dinyatakan reaktif itu isolasi mandiri di rumah. Hal itu dianggap tidak adil dengan para OTG kluster Gowa yang sempat diisolasi di rumah singgah eks Akper Murakata dan dinyatakan negatif.
Dia berharap, petugas medis atau siapapun itu yang dinyatakan reaktif, juga harus diisolasi di rumah singgah. "Karena kalau di rumah sendiri, kita tidak pernah tau kalau dia bisa saja jalan-jalan ke pasar, ATM atau kemanapun yang tidak terpantau petugas. Justru itu akan menambah parah penyebaran corona," ucapnya.