"Dari keterangan korban, pelaku perompak itu diperkirakan berjumlah kurang lebih tujuh orang dan menurut mereka menggunakan kapal dengan mesin empat silinder," katanya.
Dari laporan tersebut juga diketahui bajak laut beraksi pada malam hari dengan jumlah pelaku cukup banyak. Hal ini membuat para nelayan ketakutan akan menjadi korban saat melaut di malam hari.
"Nelayan kami di Kepulauan Karimata merasa sangat takut dengan aksi perompak itu yang sewaktu-waktu bisa meneror mereka ketika sedang mencari ikan di lautan lepas," tuturnya.